Langsung ke konten utama

Cinta 100 hari

Aku dan Rivan telah bersahabat sejak kami sama-sama duduk dibangku kelas dua sekolah dasar . Semua masa telah kami lalui bersama . Masa kecil , masa-masa menghadapi Ujian Nasional SD , masa-masa cinta diSMP , masa kelulusan sewaktu SMP , sampai kami bisa merasakan bagaimana menjadi seorang siswa SMA .Masa-masa bahagia karna setiap waktu kami lalui bersama , juga masa-masa sedih saat kami harus menolak cinta . Menolak Cinta ? Iya menolak cinta , karna setiap cinta yang datang kepada kami , selalu berusaha untuk menghancurkan persahabatan kami berdua . Cinta yang datang kepada kami selalu bilang “ Jauhilan Rivan , Nay “ kalau tidak “ Jauhi Naya , sekarang kamu millikku , Van !” . Dari kata-kata itu  , aku dan Rivan selalu memilih untuk tidak menjalani hubungan pacaran yang bisa merusak persahabatan yang telah terjalin cukup lama diantara kami .
Suatu sore aku dan Rivan duduk ditaman sekolah setelah selesai menjalani kegiatan masing-masing
”Van . sampai usia kita 17tahun kita belum sama sekali merasakan gimana pacaran itu .”kataku pada Rivan yang terlihat kelelahan sehabis latihan voli .
”Kalau aku , aku belum menemukan yang terbaik . Semua cewek yang mendekatiku dan hampir menjadi pacarku , mereka selaulu berusaha menjauhkan kita san mau kita nggak sahabatan lagi . Dan aku nggak bisa untuk itu .” sahut Rivan tegas
”Iya juga ya . Aku juga sebaliknya , cowok-cowok yang mendekatiku juga berusaha menjauhkan kita ” kataku lagi .
”Gimana kalu kita coba pacaran ? Bukan p-acaran sungguhan , tapi kita rasakan bagaimana sih pacaran itu. Gimana ?” tanya Rivan takut-takut .
”Aku nggak ngerti Van?” kataku bingung .
Rivan menghela nafas .” Gino loh , Nay.Kita berstatus pacaran . Tapi kita cunab melakukan hal-hal dalam pacaran . Seperti , nonton , makan bareng , nge-date , dan lainnya . Tapi jangan sampai diantara kita timbul rasa apapun . Berjanjilah.” jelas Rivan,lalu mengacungkan jari kelingkingnya .
”Iya , aku mau . Dan aku berjanji ,” balasku lalu merauh kelingking Rivan.

###$$$###

Berita aku dan Rivan pacaran sudah menyebar disekolahku . Ternyata begini rasanya pacaran . Setelah beberapa hari , setelah obrolan kami waktu itu . Aku dan Rivan seperti menjadi sepasang kekasih beneran . Haha,Silly ! Rivan selalu ada untukku . Dia menjemput dan mengantarkanku pulang sekolah , mengajakku jalan seperti hal yang wajar dalam pacaran  dan mendengarkan puisi-puisi yang selalu dipersembahkan Rivan untukku .
”Naya !” seru Irfan memanggilku .
”Hei , Van .” balasku lalu melangkah mendekatinya yang sedang berdiri didepan kelas .
”Cie cie  pasangan baru nih .” goda Tristan teman sekelasku dan Rivan .
“Apa deh lo ? Noraaaaak .” sahut Rivan terkikik .
”Soalnya selama ini baru Naya yang jadi pacar lo dari sekian banyak cewek yang berusah menarik perhatian lo .”kata Tristan mulai serius .
Rivan tersenyum . ”Hati gue cuman milih Naya dari sekian banyak cewek itu.”
Aku merasakan pipiku memerah mendengar kata-kata Rivan barusan . Rasa senang tiba-tiba kurasakan dibatinku . Tapi secepat mungkin aku menetralkan perasaanku , karna aku yakin kata-kata itu hanya lelucon Rivan.
”Van , Tan . Gue kekelas dulu ya , bye.” kataku lalu cepat-cepat masuk kedalam kelas .
Sekuat apapun aku menyangkal perasaanku pada Rivan , aku tetap tidak bisa membohongi diriku sendiri kalau aku memang mulai mempunyai rasa pada Rivan . Perhatian yang diberi Rivan lebih dari biasanya padaku , membuatku mulai menyukainya .
###$$$###

Hari serasa berjalan begitu cepat . Dan rasa sukaku pada Irfan semakin menjadi-jadi . Tapi bagaimanapun , aku tetap berusaha untuk menutupi rasa ini , karna teringat akan janji untuk menjalani hubungan ini tenpa rasa apapun .
”Hei , Nay . Kok melamun ?” tanya Raya , sahabat sekaligus teman sebangkuku itu .
”Eh.”aku bingung harus berkata apa .”Nggak kenapa-kenapa kok Ray . ”
Raya menyipitkan matanya . ” Jujur aja lagi Nay . Gue bisa ngerasa lo nyembunyiin sesuatu kan f\dari gue >”
Aku menghela nafas .” Tapi please , ini rahasia kita berdua ya . ”
”Lo percaya gue kan ?”
”Iya Ray,” aku berdehem sejenak .” Sebenaranya selama ini gue nggak beneran pacaran sama Rivan . Gue sama dia cuman mau ngerasain gimana sih pacaran itu . Selama 100 hari . Dan selama 100 hari itu , gue dan Rivan nggak boleh punya rasa sama sekali . Dan dengan bodohya , gue malah suka sama Rivan .”
Raya terlihat kaget mendengar penjelasanku .
”Jadi selama ini lo sama dia ng—“
“Iya , semuanya cuman pura-pura.”kataku cepat-cepat .
Raya menggeleng . ” Gimana kalo semuanya tau ?”
”Justru itu gue minta lo ngerahasiain ini . Lo mau kan .”
“I promise .”
“Thank’s Ray . Udah mau nyimpen rahasia gue dan dengerin curhatan hati gue . “
“Itu gunanya sahabat kan . “
Aku tersenyum lalu memeluk Raya sepenuh hati karma beruntung memiliki8 sahabat sepertinya .

###$$$###

Hari ini, hari ke 100 hubunganku dengan rifan. Dan aku memutuskan untuk mengutarakan perasaanku padanya.
Sore ini rifan mengajakku jalan-jalan. Katanuya sih mau ngasih kejutan, entah itu apa. Rifan, dia mengajarkanku banyak hal.Bagaimana pacaran itu . Darinya aku belajar arti pacaran dan mempunyai seorang kekasih itu apa . Pacaran yang diajarkan oleh Rifan bukan hanya smsan , telfonan , jalan bareng , nonton bareng  . Rapi pacaran itu saling mengisi satu sama lain , mengerti kekurangan satu sama lain , berbagi waktu , dan masih banyak lagi .
”Nay !” teriak Rifan dari depan pagar rumahku .
“Oh , hei .” sahutku lalu berjalan menghampirinya .
Rifan tersenyum lebar sampai semua gigi depannya terlihat .”Hari ini , hari pertama dalam hidupku .”
”Maksudmu ?” tanyaku bingung .
”Lihat saja nanti . ” jawabnya tanpa menatap mataku .
Kami berjalan menelusuri jalan setapak komplek rumahku . Sepanjang perjalanan , kami hanya diam . Hari ini Rifan terlihat beda dari biasanya. Wajahnya bersih sekali , tubuhnya lebih wangi , dan dia terlihat tampan .
”Sampai sudah .” seru Rivan.
Rivan mengjakku duduk disebuah bangku tepat berhadapan dengan sebuah kolam ikan kecil . Lagi-lagi dia berbeda dari biasanya , Rivan menggenggam tanganku erat .
”Rifan , gue pengen ice cream . “kataku manja .
“Yaudah kamu tunggu disini , aku beliin .” ujar Rifan lalu beranjak dari duduknya .           “Fan,” cegahku .
“Apa ?” tanyanya .
“Jangan lama . “ sahutku .
“Iya.”
Tiba-tiba hatiku merasa tidak ebak sekali , aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi pada Rifan . Tapi senyumannya tadi meyakinkanku , bahwa tidak akan terjadi apa-apa padanya .
1 jam...
2 jam...
3 jam...
Pukul 08.30
Rifan belum datang juga . Dia kemana ? Kenapa dia tega meninggalkanku sendiri disini? Sebenarnya sekelilingku masih ada beberapa orang . Tapi tetap saja aku merasa sendiri karna hanya Rifan yang kukenal , tapi sekarang dia nggak ada . Akhirnya kuputuskan untuk mencari Rifan ketempat-tempat penjual ice cream disekitar taman . Dari beberapa penjual ice cream yang kutemui , aku tidak juga menemukan dia . Sampai kutemukan satu penjual ice cream lagi .
”Permisi mas , lihat cowok pake baju biru , celana jeans , rambutnya tebal ikal , dan tingginya kira-kira 180-an ?” tanyaku pada penjual ice cream dihadapanku .
”Wah saya lupa mba , tadi banyak banget yang lewat sini . Tapi pake baju biru...”penjual ice cream itu menerawang .”Sepertinya koraban tabrak lari sore tadi deh mba .”
Deg . Kata-kata itu tepat mengenai sasaran . Jantungku terasa dihunjam benda tajam . Airmataku menetes begitu saja .
”Coba saja mba cari diRumah Sakit Adhidarma . Korban itu dibawa kesana .” kata penjual es itu lagi .
Ranpa berkata-kata lagi aku segera barlari mencari taxi , Tapi kalau sudah jam segini , sulit untuk menemukan taxi diwilayah ini . Jadi kuputuskan untuk berlari saja , kebetulan jarakj rumah sakit dari taman tidak terlalu jauh .
Dengan nafas tersengal-sengal aku segera menuju ruang informasi Rumah Sakit setelah sampai .
”Maaf sus,apa dirumah ini ada seorang laki-laki korban tabrak lari tadi sore?” tanyaku pada seorang suster yang sedang bertugas .
”Tunggu sebentar ya cari dulu ,” kata suster itu sambil membuka lembar demi lembar sebuah buku .”Iya ada , masih diruang UGD kok . Dari sini anda lurus saja lalu belok kiri . ”
”Makasih sus , ”
Jantungku berdebar saat langakah demi langkah kulalui . Aku berlari menelusuri lorong Rumah Sakit . Setelah mengikuti petunjuk seorang suster tadi , aku akhirnya sampai didepan ruang UGD . Perlahan kubuka pintu UGD ragu ragu .
“Maaf anda siapa ?” tanya seorang suster ramah .
Aku hanya diam sambil terus melangkah lebih dalam lagi .
”Ri..Rifan ?” kataku terkejut .
”Anda mengenalnya ?” seorang dokter melangkah kearahku .
”Iya , ” sahutku . ”Bagaimana keadannya , Dok ?”
”Kami sudah berusaha menelamatkannya . Tapi Tuhanlah yang berkehendak .”
”...”
”Dia meninggal .” lanjut dokter itu ./
Tubuhku melemas , lalu jatuh terduduk . Tangisku pecah . Penyesalan kini menyelimuti batinku . Kalau saja tadi aku nggak minta Rifan untuk membelikanku ice cream . Pasti aku nggak akan kehilangan dia ..
”Ini , orang yang mengantarkannya kesini menemukan ini dikantong celananya .”Dokter itu menyodorkan sebuah dompet yang aku tahu itu milik Rifan . Dan sebuah amplop berwarna biru langit .
Dengan rasa penasaran dengan isi amplop yang ada digenggamanku . Aku membuka amplop itu perlahan dan mulai membaca sebuah surat didalamnya .
Naya Anggraini Priani
Ini hari keseeratus kita saling membagi cinta . Dan dihari keseratus ini aku ingin kamu tau perasaanku yang sesungguhnya .
Selama delapan tahun kita ngelakuin semuanya bareng , dan bagiku , itu waktu yang lebih dari cukup buat aku tau siapa Naya sebenarnya . Nay , alasan selama ini aku menghindar dari cewek cewek disekolah bukan karna takut persahabatan kita renggang , tapi karna.....hanya kamu yang aku suka dan hanya kamu yang aku mau jadikan seorang kekasih .
Seratus hari aku menganggapmu benar-benar menjadi kekasihku . Aku memang melanggar janji kita untuk nggak milikin rasa sedikitpun kekamu . Tapi sebelum janji itu terucap , aku memang sudah suka sama kamu dan aku cinta sama kamu .
Naya sahabatku , kamu maukan jadi pacar sungguhanku ? Dan kalau bisa kamu mau kan jadi pendamping hidupku semanya ? Balas lewat sms !

Love
Rifan J




Tangisku pecah begitu saja . Aku segera mengeluarkan handphone dari saku celanaku dan mengirimkan sms untuk Rifan .
Fan , gue mau jadi pacar lo , gue mau jadi milik lo selamanya !
Send To :My love Rifan 085813377669
Sending...

Drrrt .. drrt .. drrt ..handphone Rifan bergetar.
Oh Tuhan , kenapa kau membiarkannya pergi sebelum tau bagaimana perasaanku sebenarnya ?
Aku berdiri menghampiri jasad Rifan dengan badan bergetar . Tubuh Rifan kaku dan wajahnya pucat sekali . Kusentuh pipinya yang dingin . Dalam tangis aku menatap wajahnya sepenuh hati . Penyesalan selalu datang terlambat .
”Aku mencintaimu Rifan Ghino Tanaya !”
Jangan sampai kita menyimpan kata-kata cinta kepada orang yang tersayang . Hingga dia meninggal dunia dan akhirnya , kita terpaksa mencatat kata-kata cinta itu pada pusarannya . (mario teguh – golden ways )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I LOVE YOU, GOODBYE...

Aku memandangi foto tersebut beberapa  saat. “Hanna, i’ll keep you on my mind... we will meet again someday. Goodbye...” Ucapku dengan memegang erat selembar foto di tangan kanan lalu menempalkannya di dada. “Hanna!!” mimpi itu lagi! sudah beberapa kali aku bermimpi seperti itu.                              {{{ “aku tidak tau mengenai Hanna semenjak kepindahannya. Lagipula, kenapa kau baru mencarinya sekarang? Terakhir kali aku bertemu Hanna 2 tahun yang lalu, ia bercerita kepadaku bahwa keluargamu tidak menyetujui hubungan kalian. Karena itu kah kau meninggalkan Hanna ke Balikpapan ?” Celotehan rina membuatku benar-benar merasa bersalah. Saat ini aku membutuhkan dukungan, bukan nasehat-nasehat yang memojokkan posisiku. Pergi ke Balikpapan juga bukanlah keinginanku. Tetapi, jika aku tidak melakukannya aku akan lebih melukai Hanna. “Rina, aku datang kep...

DIA BINTANGKU

Oleh : yang terlupakan            Diantara banyak bintang bertaburan dilangit malam yang sunyi, gue nemuin satu bintang yang paling terang dari yang bersinar. Dia indah, gue seneng mandanginnya, gue seneng liat sinarnya, indahnya bikin gue lupa tentang masalah gue. Mungkin inilah keindahan Allah SWT yang memberikan gue mata yang sempurna agar melihat suatu hal yang indah pula. Walaupun bintang itu milik Allah tapi gue bisa nikmatinnya, bikin gue tenang. Kalian tau ga? Bintang itu indah saat ia bersinar, andai setiap malam gue bisa liat bintang itu bersinar dan menerangi kelamnya malam. Ga semua bintang bisa seindah itu, kadang kalo malem dateng dan gue menengadah buat cari bintang yang bersinar rasanya sulit, dia ga selalu hadir disetiap malam, ga selalu ada buat nerangin malem, dan ini yang ga gue pengen. Gue pengen bintang bisa hadir setiap saat, dan disaat gue butuh dia Errrr— banyak banget masalah yang gue hadepin belakang...