Oleh : yang terlupakan ‘Hujan. Sepertinya tak ada waktu yang tepat untukmu datang. Saat ini apakah engkau menertawaiku? Atau malah mendukungku? Dia ada disebelahku. Hatiku canggung, mulutku tak bisa bicara. Bantulah aku. Kau membuat kami semakin dekat. Apa yang harusnya aku lakukan?’ Aku diam, duduk di lantai memeluk kakiku. Memandang keluar, yang terhalang oleh kaca tebal ditemani dengan rintikan hujan yang semakin lama semakin tajam. Hari menjadi terasa dingin di sore hari. Tampak embun-embun kecil mengelilingi ku di kaca. Ku mengingatnya. Ku mengingat kejadian semalam. Wajahnya begitu lugu. Di hari libur seperti ini, ku tak bisa melihat wajahnya. Mengapa aku tak berbicara semalam kepadanya? Aku dibuatnya ragu-ragu. Aku mati kutu dibuat oleh suasana semalam. Andaikata ia tahu bahwa aku merasa getaran felling, apakah ia juga memiliki perasaan yang sama? Oh..baiklah, ini s...
Oleh : yang terlupakan Diantara banyak bintang bertaburan dilangit malam yang sunyi, gue nemuin satu bintang yang paling terang dari yang bersinar. Dia indah, gue seneng mandanginnya, gue seneng liat sinarnya, indahnya bikin gue lupa tentang masalah gue. Mungkin inilah keindahan Allah SWT yang memberikan gue mata yang sempurna agar melihat suatu hal yang indah pula. Walaupun bintang itu milik Allah tapi gue bisa nikmatinnya, bikin gue tenang. Kalian tau ga? Bintang itu indah saat ia bersinar, andai setiap malam gue bisa liat bintang itu bersinar dan menerangi kelamnya malam. Ga semua bintang bisa seindah itu, kadang kalo malem dateng dan gue menengadah buat cari bintang yang bersinar rasanya sulit, dia ga selalu hadir disetiap malam, ga selalu ada buat nerangin malem, dan ini yang ga gue pengen. Gue pengen bintang bisa hadir setiap saat, dan disaat gue butuh dia Errrr— banyak banget masalah yang gue hadepin belakang...